Siswa SMP Dihukum Benturkan Kepala ke Tembok

Oelamasi, KI – Oknum guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMPN 5 Satap Nunkurus Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang – NTT beri hukuman kepada siswa dengan cara menyuruh membenturkan kepala siswa ke meja dan tembok hingga ratusan kali.

Hukuman diluar akal sehat ini diberikan oleh oknum guru berinisial KL karena alasan sang siswa tidak mengumpulkan kembali buku cetak. Bukan hanya sekali, hukuman kepada siswa dilakukan dua kali dalam waktu berbeda.

Menurut IF (15 tahun) siswa Kelas IX SMPN 5 Satap, Senin (14/02/2022) di Desa Oebelo, dirinya dihukum oleh oknum guru Penjaskes dua kali dalam waktu berbeda.

Hukuman pertama kali oknum guru KL memerintahkan membenturkan kepalanya ke meja, ini dilakukan tanggal 7 Februari 2022. Hukuman kedua harus diterimanya tanggal 10 Februari 2022 dimana sang oknum guru menyuruhnya lagi membenturkan kepala ke tembok sebanyak 100 kali.

Baca Juga  Road Show Partai Golkar di Poktan, Petani Titip Sejumlah Pergumulan

“Saat benturkan kepala saya ke meja hanya saya sendiri yang terima hukuman itu. Kali kedua saya bersama teman kelas saya disuruh benturkan kepala ke tembok,”Ujarnya.

Setelah menerima hukuman itu, dirinya menderita luka di dahi dan merasa pusing ketika sampai dirumahnya. Ia mengaku oknum guru KL sudah sering memberi hukuman keras kepadanya sejak kelas VII.

Salah seorang kerabat dekat IF yang juga seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama di Kota Kupang menyangkan hukuman yang diberikan oknum guru KL kepada kerabatnya itu.

“Kita sama-sama guru olahraga dengan pak KL, hukuman ini sudah kelewatan batas, ini sudah tidak manusiawi lagi,”Ujar Dolu Yason Lau kerabat dekat siswa IF, Senin (14/02/2022) di Desa Oebelo Kupang Tengah.

Baca Juga  Kapolres Kupang Pastikan Dugaan Korupsi Pembangunan GOR Naik Status Penyidikan

Kerabatnya yang karib disapa Ima mengaku hukuman benturan kepala ditembok bahkan lebih dari seratus kali. Saat hitungan ke 89, oknum guru KL bertanya kepada siswa lain apakah mendengar bunyi benturan atau tidak.

Siswa lainnya menjawab tidak mendengar sehingga oknum guru tersebut menyuruh untuk membenturkan kepala lagi ke tembok dan hitungan dimulai dari awal lagi.

Beberapa hari setelah menerima hukuman tidak manusiawi itu, kerabatnya sempat hilang ingatan, jika ditanya selalu jawabannya tidak nyambung.

Menurutnya, kejadian itu telah resmi dilaporkan ke Polres Kupang. Ia masih menunggu proses selanjutnya dan ia berharap oknum guru KL mendapat hukuman atas perbuatannya. (Jessy)

0 Today: 0 Total: 914600

Komentar