Babinsa Purwosono Tanamkan Wawasan Kebangsaan dan Edukasi Anti Bullying kepada Siswa Baru MI Nurul Islam

Lumajang – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap sesama, Babinsa Purwosono Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Achmad Affandi, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan edukasi anti bullying kepada siswa baru MI Nurul Islam Purwosono di Dusun Darungan, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh peserta didik baru tersebut berlangsung dengan suasana interaktif. Selain menyampaikan pentingnya mencintai tanah air, menghormati keberagaman, dan menanamkan semangat persatuan sejak dini, Babinsa juga mengajak para siswa memahami dampak negatif perilaku perundungan (bullying) baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.
Dalam penyampaiannya, Serda Achmad Affandi menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Menurutnya, sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membiasakan tolong-menolong merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap teman harus dihormati dan diperlakukan dengan baik. Jangan ada bullying dalam bentuk apa pun. Jadilah pelajar yang disiplin, berakhlak mulia, saling peduli, serta memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara,” tegas Serda Achmad Affandi.
Sementara itu, Kepala MI Nurul Islam Purwosono, Ulya Faidah, M.Pd, mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan dan edukasi anti bullying sangat bermanfaat bagi peserta didik baru sebagai bekal dalam membangun karakter sejak awal memasuki lingkungan sekolah. Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya menanamkan rasa cinta tanah air, tetapi juga mengajarkan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati sesama.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang telah memberikan pembekalan kepada anak-anak. Melalui materi Wawasan Kebangsaan, siswa diajarkan untuk mencintai bangsa, menghargai keberagaman, serta memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab. Sementara edukasi anti bullying memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya saling menghormati, tidak menyakiti teman, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman. Harapan kami, nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi karakter positif yang akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa baru mampu memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai sesama, serta menolak segala bentuk bullying, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang karakter generasi penerus bangsa. (Pendim0821)

Related Articles

BERITA TERKINI