Home TNI Karhutla TNBTS Senduro Mulai Mereda, Sejumlah Blok Dipastikan Bebas Titik Api

Karhutla TNBTS Senduro Mulai Mereda, Sejumlah Blok Dipastikan Bebas Titik Api

0
Lumajang – Perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, terus dipantau untuk memastikan kondisi terkini sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (26/9/2026) hingga pukul 17.00 WIB, sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak Karhutla, meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi, Blok Po'o, Metigirenteng dan Ebeng-Ebeng, sudah tidak terlihat adanya titik api maupun kepulan asap.
Pada pemantauan pukul 10.00 WIB, kondisi di Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi, Blok Po'o dan Ebeng-Ebeng terpantau tidak menunjukkan adanya titik api. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api di sejumlah lokasi telah padam.
Pemantauan kembali dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Babinsa Argosari Sertu Edi Kuswanto bersama enam personel TNBTS dan tiga personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari melaksanakan patroli dan penyisiran di sejumlah blok, di antaranya Pusung Jantur, Ledok Bedor, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Po'o dan Blok Tanggulasi.
Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api baru maupun tanda-tanda kebakaran yang kembali muncul. Dari hasil penyisiran, kondisi di sejumlah blok tersebut masih terpantau aman dan tidak ditemukan titik api baru.
Sementara itu, di Blok Metigirenteng dan Blok Ebeng-Ebeng juga tidak lagi terlihat titik api maupun kepulan asap. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di kawasan Blok Puncak B29 karena masih terdapat satu titik api yang terpantau menyala.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami dampak langsung. Sementara untuk dampak material, berdasarkan pendataan sementara, kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, terdiri dari sekitar 15 hektare di Blok Ledok Bedor dan 5 hektare di Blok Pusung Jantur.
Selain itu, luasan area yang terbakar di Blok Po'o diperkirakan sekitar 1,5 hektare, sedangkan di Blok Metigirenteng sekitar 3 hektare. Untuk Blok Pusung Tengah dan Pusung Dowo, luasan area terdampak masih belum dapat dipastikan karena kondisi medan yang sulit dijangkau.
Kegiatan pemantauan dan penyisiran akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar titik api yang telah padam tidak kembali muncul. Rencananya, pemantauan akan dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB dengan melakukan pengecekan ke lokasi terdekat serta melaksanakan upaya pemadaman apabila ditemukan kembali titik api.
Upaya patroli bersama tersebut menjadi bagian dari langkah pengawasan di kawasan hutan TNBTS, khususnya untuk memastikan kondisi pascakebakaran tetap terkendali dan mencegah meluasnya kembali kebakaran ke kawasan hutan lainnya. (Pendim0821)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here