Lumajang – Wujud kebersamaan dan sinergitas antara aparat kewilayahan dengan elemen masyarakat, Babinsa Sukosari Koramil 0821-12/Jatiroto, Serka Samsuliadi Dwi Purwanto, melaksanakan pendampingan kegiatan kerja bakti bersama perangkat desa, TP PKK, bidan desa, serta para kader dalam pembersihan lahan tanaman obat keluarga (toga) di Dusun Sukosari Barat, Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan toga sebagai sumber tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh peserta kerja bakti membersihkan rumput liar, merapikan tanaman, serta menata kembali area toga agar lebih tertata dan produktif.
Serka Samsuliadi Dwi Purwanto mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) untuk terus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan toga memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan asri.
“Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, tetapi menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan keluarga. Tanaman obat keluarga sangat bermanfaat sebagai alternatif pengobatan alami yang mudah dijangkau warga,” ujar Samsul di sela kegiatan.
Kepala Dusun Sukosari Barat, Andi Fikri Sakti, mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dalam setiap kegiatan masyarakat. Ia menilai kehadiran Babinsa mampu memberikan motivasi sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah warga.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan Babinsa. Kehadiran beliau memberikan energi positif bagi warga, terutama ibu-ibu PKK dan kader. Harapan kami, toga yang ada di dusun ini bisa terus terawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ungkap dia.
Sementara itu, bidan desa bersama kader kesehatan juga menegaskan bahwa keberadaan toga sangat mendukung program kesehatan masyarakat. Berbagai jenis tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai dapat dimanfaatkan untuk menjaga daya tahan tubuh serta penanganan keluhan kesehatan ringan secara mandiri.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat Desa Sukosari, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa yang sehat, bersih, dan mandiri,” pungkasnya.
Kegiatan kerja bakti tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kolaborasi antara Babinsa, perangkat desa, TP PKK, tenaga kesehatan, dan warga menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor di tingkat desa mampu menghadirkan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Pendim0821)

